LAPORAN KERJA PROYEK
PENERAPAN E-LEARNING METHOD
BERBASIS WEBSITE
Disusun Oleh :
HERFIO LESNANDA XII TKJ 1
JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
SMKN 2 TELUK KUANTAN
KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
2016
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN KEJA PROYEK
PENERAPAN E-LEARNING METHOD
BERBASIS WEBSITE
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disusun untuk memenuhi syarat menyelesaikan Kompetensi
Mata Pelajaran Kerja Proyek
Disusun Oleh :
HERFIO LESNANDA XII TKJ 1
Teluk Kuantan 21 Oktober 2016
Mengetahui Menyetujui,
Waka Kurikulum SMKN 2 Guru Pembimbing
Drs.MARTONIS YUSFIK HENDRI,S.Pd,M.Kom
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HALAMAN PENGUJI
LAPORAN KEJA PROYEK
PENERAPAN E-LEARNING METHOD
BERBASIS WEBSITE
Disusun Oleh :
HERFIO LESNANDA XII TKJ 1
Kerja Proyek ini telah dipresentasikan dan diujikan dihadapan Tim Guru Penguji
Teluk kuantan, hari, tanggal
Tim Guru Penguji:
1. .................................................. ..........................................
2. ................................................... ..........................................
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan banyak nikmat, baik itu nikmat kesehatan, nikmat kesempatan, maupun nikmat umur seperti yang kita rasakan saat ini. Shalawat beserta salam semoga tercurahkan bagi nabi besar Muhammad SAW, juga pada keluarga sahabat, serta pengikutnya hingga akhir zaman. Alhamdulillah atas izin dan lindungnnya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Penerapan E-learning Method berbasis website”
makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Kerja Proyek Team pada semester ganjil ini. saya menyadari sepenuhnya
Penyusun
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Halaman Penguji
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan
1.3. Permasalahan
1.4 Sistematika Penulisan
BAB II DASAR TEORI.
2.1. Definisi E-Learning
2.1.1. Sejarah dan Perkembangan E-learning
2.1.2. Perserpsi dasar E-Learning
2.2. Konsep E-Learning
BAB III PERANCANGAN
3.1.
3.2.
BAB IV. PEMBAHASAN
4.1.
4.2.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.2 Bentuk halaman siswa Website E Learning
Gambar 3.2.1 Bentuk halaman Admin Website E Learning
Gambar 3.2.2 Navigasi admin
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Daftar komposisi bahan
Tabel 4.1 Sifat mekanis baja
dst
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia Pendidikan telah mengalami kemajuan pesat seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi. Akibatnya, metode pendidikan lama atau konvensional dirasa menjadi kurang efektif karena terbentur masalah ruang dan waktu. Namun setelah melalui beberapa proses panjang, Teknologi Informasi menawarkan metode pendidikan baru yang dinamakan metode E-Learning.
E-learning atau Sistem pembelajaran elektronik adalah cara baru dan efektif dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan Teknologi Informasi dan komunikasi. Dengan E-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan E-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian siswa/mahasiswa/peserta ajar, serta komunikasi antara guru/pengajar dengan peserta ajar maupun antar peserta ajar.
1.2 Tujuan
Berdasarkan dari latar belakang di atas maka laporan ini memiliki tujuan sebagai berikut :
Definisi dari E-learning method
Bentuk dari progam E-learning berbasi website
Menginstruksikan cara pelajar mengakses progam E-learning berbasis website
Latar belakang penggunaan sistem E-learning
Menjelaskan manfaat penggunaan E-learning method
1.3 Permasalahan
Berdasarkan dari latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
Apakah yang dimaksud dengan E-learning method
Bagaimana bentuk dari sistem E-learning method berbasis web
Bagaimana cara pelajar mengakses sistem E-learning method berbasis web
Bagaimana persentase peningkatan minat siswa ketika menggunakan sistem E-learning method berbasis web
1.4 Sistimatika penulisan
Guna memahami lebih jelas laporan Kerja Praktek Team (KPT) ini, dilakukan dengan cara mengelompokkan materi menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, waktu dan tempat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penelitian.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan teori yang diambil dari beberapa kutipan buku dan artikel yang didapatkan dari internet yang berupa pengertian dan definisi. Bab ini juga menjelaskan konsep dasar sistem (E-learning berbasis website), persepsi dasar E-Learning, Karakteristik E-Learning serta definisi lainnya yang berkaitan dengan sistem yang dibahas.
BAB III : RANCANGAN
Bab ini berisikan gambaran dan bentuk dari program sistem informasi, struktur sistem, permasalahan yang dihadapi, serta manfaat dari sistem yang berjalan.
BAB I V : PEMBAHASAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi sistem berdasarkan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi E-Learning
Banyak pakar yang menguraikan definisi E-Learning dari sudut pandang yang berbeda. Secara garis besar banyak orang mengatakan E-Learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Beberapa pakar menguraikan definisi E-Learning sebagai berikut:
Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003).
E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone (LearnFrame.Com, 2001)
E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda (Thomas Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia).
E-learning terdiri dari dua bagian yaitu E- yang merupakan singkatan dari elektronika dan Learning yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. (Maryati S.Pd.,)
E-Learning adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.( Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko (BPMA).
Dari berbagai komentar yang dilontarkan, ada tiga persamaan dalam hal manfaat yang bisa dinikmati dari E-Learning yaitu Fleksibilitas,“Independent Learning”.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, E-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait. Bagaimana memanfaatkan E-Learning secara optimal? Seperti halnya pembelajaran dengan cara lain, E-Learning bisa memberikan manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi, diantaranya:
Komponen E-Learning mencakup:
Perangkat keras
Infrastruktur/jaringan
Perangkat lunak
Materi/Isi
Strategi interaksi
Pemeran(guru,dll)
Skenario e-Learning memungkinkan mahasiswa dapat kontak langsung dengan: Mahasiswa lain, Dosen, Berbagai materi dan sumber belajar dalam bentuk elektronik. Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar, materi tugas, soal ujian/tes maupun bentuk linkages.
2.1.1 Sejarah dan Perkembangan E-learning
E-pembelajaran atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut:
Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.
Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.
2.1.2. Persepsi dasar E-Learning
Secara umum terdapat dua persepsi dasar tentang E-Learning yaitu:
Electronic Based, adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, terutama yang berupa elektronik. Artinya, tidak hanya internet, melainkan semua perangkat elektronik seperti film, video, kaset, OHP, Slide, LCD, projector, dan lain-lain.
Internet Based, adalah pembelajaran yang menggunakan fasilitas internet yang bersifat online sebagai instrument utamanya. Artinya, memiliki persepsi bahwa E-Learning haruslah menggunakan internet yang bersifat online, yaitu fasilitas komputer yang terhubung dengan internet. Artinya pembelajar dalam mengakses materi pembelajaran tidak terbatas jarak, ruang dan waktu, bisa dimana saja dan kapan saja (any whare and any time).
2.2 Konsep dasar E-Learning
Konsep dasar E-Learning adalah untuk mendistribusikan data atau informasi yang berhubungan dengan pembelajaran (perkuliahan/sekolah) melalui media elektronis seperti internet. Tujuannya agar peserta pembelajaran maupun masyarakat umum yang membutuhkannya bisa mendapatkan bahan dan materi yang mereka butuhkan dengan cepat. Sistem ini terutama dibangun berkaitan dengan adanya kendala-kendala seperti waktu dan geografis yang banyak dihadapi dosen/guru maupun mahasiswa/pelajar, terutama di tingkat magister.
E-Learning yang paling umum digunakan adalah E-Learning berbasis website, pembelajaran berbasis website ini merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan "web based learning".
Himpunan Masyarakat Amerika untuk Kegiatan Pelatihan dan Pengembangan (The American Society for training and Development/ ASTD) (2009), mengemukakan definisi e-learning sebagai berikut :
"E-learning is a broad set of applications and processes which include web-based-learning, computer-based-learning, virtual and digital classrooms. Much of this delivered via the internet, intranets, audio and videotape, satellite broadcast, interactive TV, and CD-ROM. The definition of e-learning varies depending on the organization and how it is used but basically it is involves electronic means communication, education, and training".
("E-Learning adalah seperangkat luas dari aplikasi dan proses yang meliputi berbasis pembelajaran web, berbasis pembelajaran menggunakan komputer, ruang kelas virtual dan digital. Banyak dari ini dihantarkan melalui media internet, intranet, audio dan video, siaran satelit, TV interaktif , dan CD-ROM. definisi E-Learning bervariasi tergantung pada organisasi dan bagaimana ia digunakan tetapi pada dasarnya itu adalah melibatkan sarana elektronik komunikasi, pendidikan, dan pelatihan ". -Terjemahan dari Kalimat diatas)
Definisi tersebut menyatakan bahwa E-Learning merupakan proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web-based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), kelas virtual (virtual classrooms), dan atau kelas digital (digital classrooms). Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, intranet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, televisi interaktif serta CD-Rom. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari E-Learning itu bisa bervariasi tergantug dari penyelanggara kegiatan E-Learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan penggunaannya.
Definisi ini juga menyiratkan simpulan yang menyatakan bahwa E-Learning pada dasarnya adalah pengaplikasian kegiatan komunikasi pendidikan dan pelatihan secara elektronik. E-Learning tidaklah sama dengan metode pembelajaran Konvesional, karena E-Learning memiliki karakteristik tertentu yang membuat adanya perbedaan yang signifikan.
Berikut karakteristik-karakteristik E-learning :
Interactivity (Interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu.
Independency (Kemandirian); flesibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar jadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informan seperti video streaming, simulasi dan animasi.
0 komentar: